DURI

Ulangi dan berkali,
Menjadi ampas di antara kisah dan kasih,
Tidak!!!
Sejatinya, itu hanya duri,
Duri yang tertidur untuk hidup dan menusuk kembali..
Aku bosan,
Bosan dengan retorika di alunan episode merah jambu,
Di ujung senja yang tak terengkuh oleh waktu,
Ah,
Palsu.

Kali ini,
Di tempat ini,
Dan hujan ini,
Aku masih begini,
Menjadikan duri sebagai senjata dalam episode pagi
Di retorika yang akan berarti,
Di warna utopia pelangi..

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: